Hariyanto Arbi: Indonesia Harus Kelola Bibit Muda

Jumat, 13 Maret 2015 19:41 WIB
Editor:
 Copyright:

Hariyanto Arbi memiliki pesan bila Indonesia ingin kembali pada masa kejayaan bulutangkis dunia. Mantan pemain nomor tunggal ini menilai pengelolaan bibit muda yang masih kurang menjadi kendala.

"Sekarang ini dengan game 21 (poin) persaingannya sangat ketat, kecepatan dan lainnya harus diperhatikan lagi. Kalau yang kita lihat sekarang, yang junior-junior masih kelas Nasional. Harusnya kalau poinnya sudah cukup, ya harus diikutin juga (kompetisi internasional). Biar dia tahu suasananya, tahu lawan-lawannya, lebih banyak dibina bibit-bibit muda," ungkap peraih kejuaraan dunia 1995 ini.

Dia bercerita ketika masa jayanya, saat umur masih muda Hariyanto kerap dikirim ke luar negeri untuk mengikuti kompetisi-kompetisi besar. Dari pertandingan-pertandingan tersebut dia dapat mengukur sudah sampai sejauh mana kemampuannya.

"Kalau dulu jaman saya, waktu saya umur berapa gitu sudah dikirim ke luar negeri. Lawannya juga sudah di pertandingan besar, dari situ bisa main, kalau kalah-pun bisa tahu saya kemampuannya baru segini. Belum bisa menang, musti latihan lagi nih," jelasnya.

Bahkan, negara-negara yang dulu tidak mempunyai atlet bulutangkis, kini berlomba-lomba untuk menciptakan atlet kelas dunia. Salah satu contohnya adalah Carolina Marin asal negeri matador, dimana dia sukses merebut gelar juara tunggal putri dalam ajang bergengsi sekelas All England setelah mengalahkan unggulan ketiga, Saina Nehwal asal India dengan pertandingan rubber game.

2