Akibat konflik dengan PBSI, Icuk Sugiarto selaku Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta dinilai melanggar ketentuan. Sanksi yang dijatuhkan kepada Icuk berupa pemberhentian Icuk Sugiarto dari jabatannya selaku Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta masa bakti 2014-2018.
"Saya ingin pak Menpora (Imam Nahrawi), atau petinggi-petinggi olahraga, atau komisi X. Mohonlah berempati, apakah pantas saya disingkirkan dari bukutangkis Indonesia hanya karena saya tidak melantik Jakarta Timur, yang jelas-jelas melakukan sebuah pelecehan terhadap KONI wilayah," terang ayah dari Tommy Sugiarto ini.
Baginya, tidak menjadi pengurus di PBSI lagi sebenarnya bukanlah masalah bagi Icuk. Namun yang sangat disayangkan adalah perbuatan PP PBSI yang menjatuhkan dirinya di depan umum.
"Buat saya tidak mengurus di PBSI tidak masalah. Tetapi tidak perlu saling menjatuhkan seperti ini. Ini sangat aneh, hanya karena masalah Jakarta Timur, saya dikirimi surat yang isinya menyandra saya seumur hidup. Seolah-olah saya tidak boleh lagi terlibat apapun di dunia bukutangkis," keluhnya menanggapi surat yang diberikan PP PBSI.
Sebelumnya, permasalahan antara PP PBSI dan Icuk Sugiarto mencuat karena, Pengprov PBSI Jakarta pimpinan Icuk Sugiarto tidak mau melantik kepengurusan Pengcab PBSI Jakarta Timur.