Pasangan lima dunia itu menuntaskan perlawanan pasangan baru asal Jepang tersebut dalam waktu 33 menit.
Tontowi/Liliyana mengaku sempat terburu-buru di lapangan, sehingga beberapa kali melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan.
“Lawan mereka sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya saya banyak melakukan kesalahan sendiri, beberapa poin mereka juga dapet dari kesalahan kami. Saya terlalu terburu-buru di lapangan. Tapi untungnya saya bisa mengatasi hal tersebut dan menang,” kata Tontowi seperti dikutip dari laman PBSI.
Game pertama sempat berlangsung ketat. Jarak perolehan angka keduanya tak terpaut jauh. Namun di game kedua, usai unggul 6-3 atas Keigo/Naoko, Tontowi/Liliyana terus memacu poin menjauhi lawan, hingga akhirnya memenangkan pertandingan.
Selanjutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana menunggu lawan antara juniornya Edi Subaktiar/Gloria Emmanulle Widjaja atau pasangan suami istri asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
“Kalau kami berharapnya sih Edi/Gloria bisa menang. Jadi sudah dipastikan satu wakil Indonesia ke semifinal. Tapi kalau pun ternyata harus kalah, kami berharap Edi/Gloria bisa ramai mainnya. Supaya menambah pengalaman mereka juga, lawan pemain unggulan, semoga bisa menambah kepercayaan diri Edi/Gloria ke depannya,” kata Liliyana.