Ini menjadi capaian terbaik wakil Indonesia di turnamen yang digelar di Moriguchi City Gymnasium, Osaka, Jepang. Sedangkan wakil lainnya, Firman Abdul Kholik dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti hanya sampai babak perempat final.
“Secara target kita gagal. Dua tahun lalu kita kirim ke Osaka, dapat satu gelar lewat Lukhi/Annisa. Tapi jika dilihat materi pemain yang turun kali ini dari Tiongkok, Korea, dan Taiwan, memang semuanya kuat-kuat yang hadir. Ini levelnya Challenge tapi sudah seperti GPG,” ujar Nova Widianto, pelatih ganda campuran.
“Kita tetap menargetkan juara sejak awal walaupun musuh-musuh berat,” imbuh mantan pasangan Liliyana Natsir ini.
Nova pun mengomentari penampilan Alfian/Shela yang mampu menembus babak semifinal. “Alfian dan Shela walaupun belum menunjukkan prestasi yang bagus, tapi di sini saya liat penampilan mereka sudah lumayan baik. Mereka baru dipasangkan dan baru ikut dua turnamen. Di babak 16 besar kemarin mereka mampu mengalahkan pasangan Tiongkok dua game langsung,” kata Nova.
“Untuk Ronald dan Melati sendiri, penampilan mereka di perempat final, kalo saya liat, kurang baik. Mereka masih belum stabil dan ini jadi PR untuk diperbaiki. Terutama di pertahanan dan placing bola,” tambahnya.
Meski belum berhasil membawa pulang gelar, Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan mengapresiasi perjuangan para atlet junior Indonesia di Osaka International Challenge 2015 ini.
“Para atlet junior kita sudah berjuang dengan maksimal. Kekalahan ini bisa dijadikan pengalaman bagi mereka untuk lebih giat lagi berlatih. Ke depannya semoga mereka bisa berprestasi lebih baik lagi,” ujar Gita.