Pada babak semifinal, Sabtu, (18/04), Edi/Gloria menumbangkan pasangan Tiongkok Tiongkok, Wang Yilv/Tang Yuanting dua game langsung 21-17 dan 23-21.
Pertemuan dengan unggulan teratas bukan kali pertama bagi Edi/Gloria. Sebelumnya mereka pernah bertemu di India Open 2015 lalu. Saat itu Edi/Gloria takluk dua game langsung 13-21 dan 10-21.
“Dari awal sejak saya ikut turnamen ini saya bertekad untuk membuktikan, bahwa kami bisa memberikan yang terbaik. Pemain Tiongkok kan terkenal bagus, tapi saya ingin membuktikan kalau garuda bisa bertahan dan memberikan serangan di ‘kandang macan’. Kami berharap bisa membawa gelar dari sini,” ujar Edi seperti dilansir laman resmi PBSI.
Edi/Gloria mengaku siap beraksi partai pamungkas. Bagi mereka bukan hal baru menghadapi pasangan tuan rumah lantaran di turnamen ini keduanya telah bertemu tiga pasangan Tiongkok sejak babak pertama.
“Yang pasti hampir semua pemain Tiongkok punya tipe permainan yang sama. Mereka punya tempo yang cepat. Liu Cheng juga punya smash yang kencang. Tapi kami akan berusaha untuk menyerang pertahanan mereka terlebih dulu. Supaya mereka tidak punya banyak kesempatan menyerang,” terang Edi.