Liu/Bao mengakhiri laga seru selama kurang lebih 80 menit itu dengan skor 18-21, 21-15 dan 26-24.
“Di game pertama kami mencoba untuk selalu menyerang pasangan Tiongkok dan alhamdulillah kami bisa menang dan membuat mereka tertekan. Tapi di game kedua kami kalah karena saya merasakan seperti otot paha yang ketarik kencang, jadi saya putuskan untuk melepas game kedua,” tandas Edi seperti dilansir laman resmi PBSI.
“Di game kedua kami sedikit menurun staminanya. Masuk ke game ketiganya baru kami paksa lagi,” lanjutnya.
Game ketiga diawali dengan laga ketat. Meski Edi/Gloria sempat tertinggal 5-9, keduanya kembali menyusul lawan.
“Di game ketiga kami mencoba untuk kembali menyerang dan hampir berhasil. Tapi ternyata Allah punya rencana yang jauh lebih baik dan sempurna untuk kami ke depannya,” ungkap Edi. “Menurut saya tidak ada yang salah di game ketiga. Hanya saat poin-poin kritis kami kurang nekat, hanya mencoba bermain seaman mungkin,” sambung Edi.
Edi/Gloria menjadi satu-satunya finalis yang tidak berasal dari Tiongkok. Selebihnya, sembilan finalis dari lima sektor disapu bersih oleh pemain tuan rumah.