Fisik pebulutangkis Indonesia sangat diperhartikan jelang turun pertandingan Piala Sudirman 2015 di Dongguan, Tiongkok. Meski terus digeber untuk meningkatkan kemampuan, namun staf pelatih tidak mau membuat para pemain merasa tertekan.
Seperti diutarakan oleh pelatih fisik PBSI, Ari Subarkah mengatakan, mendekati jadwal pertandingan ada kemungkinan para atlet akan merasa lebih tertekan. Untuk itu ia pun melakukan beberapa inovasi latihan agar terasa lebih menyenangkan, tapi tanpa menghilangkan esensi dari programnya.
“Dua hari menjelang pertandingan, ada kemungkinan tekanan atlet semakin berat. Untuk itu, saya sebagai pelatih juga harus memikirkan bagaimana agar latihan bisa ceria tapi tanpa menghilangkan esensi dan tujuan dari programnya. Latihan dikombinasi dengan game, agar tidak membuat stress dan menghibur. Tetap ada unsur kelincahan, daya tahan, kecepatan. Agar lebih fun, membangkitkan semangat dan mengurangi tekanan jelang pertandingan,” kata Ari seperti terlansir dalam situs Badminton Indonesia.
Ditambahkan oleh Ari, program latihan ini merupakan hasil dari koordinasi dengan seluruh tim pelatih fisik Pelatnas PBSI yang ada. Sebelumnya ia dan tim pelatih fisik lainnya sudah membicarakan program yang akan dibawa ke Dongguan.
“Program latihan fisik di Dongguan ini lebih ke sistem maintenance, apa yang sudah dilaksanakan di Cipayung. Harapannya apa yang sudah dilakukan sebelumnya, bisa ditransfer ke pertandingan. Kami tinggal pengkondisian dan maintenance power para atlet saja. Inovasinya misalnya dengan latihan di air, seperti yang kami lakukan kemarin. Karena fasilitas gym di sini kurang memadai, track lari juga tidak ada, jadi perlu inovasi latihan. Dengan latihan di air medianya bisa lebih soft, latihan ini juga untuk menjaga power dari atlet dan mengurangi kemungkinan cedera,” jelas Ari.