Pemain yang berpasangan dengan Mohamad Ahsan tersebut belum mau melakukan hal yang sama walaupun pernah melakukannya tahun 2010 silam bersama pebulutangkis putri asal Rusia Anastasia Ruski. Menurutnya, ia ingin fokus ke ganda putra hingga olimpiade 2016 nanti.
"Saat ini belum ya. Mungkin kita fokus sampai Olimpiade dulu. Jadi fokus ke ganda putra dulu saja", kata Hendra kepada Indosport di acara Indonesia SeGar.
Di negara lain seperti China, Korea maupun Jepang, bermain di dua nomer bukanlah hal yang baru. Menanggapi ini, Hendra punya alasan sendiri mengapa cara ini belum atau jarang dilakukan oleh pemain Indonesia.
"Mungkin karena pelatih masing-masing juga. Terus kalau sekarang sih, mungkin persaingan sudah merata, jadi ya agak menguras tenaga juga. Harus dipilih salah satu, karena kalau full semuanya (main di dua nomor) pasti salah satunya tidak akan efektif", tutup Hendra.
Untuk diketahui, Hendra Setiawan pernah bermain di ganda campuran bersama pebulutangkis putri asal Rusia Anastasia Ruskikh. Prestasinya pun cukup cemerlang bagi pasangan yang baru dipasangkan ketika itu yakni finalis Indonesia Open 2010 dan semifinalis All England 2011.
Mungkin hal ini bisa menjadi formula baru bagi PBSI untuk mendulang prestasi. Bukan untuk ikut-ikutan negara lain, namun kalau melihat potensi yang ada seperti yang diperlihatkan Hendra Setiawan 5 tahun silam, hal ini bisa menjadi rujukan bahwa sebetulnya para pemain Indonesia bisa meraih prestasi di luar nomer andalan mereka layak pemain dunia lainnya.