Berstatus sebagai underdog tidak menyurut mental juara para pebulutangkis yang bertanding di ajang BWF World Championships yang berlangsung di Jakarta. Tengok saja bagaimana pasangan ganda putra asal Prancis, Ronan Labar/Baptiste Careme mampu membuat repot pasangan ganda pura Indonesia, Mohammad Ahasan/Hendra Setiawa. Tiga set harus mereka jalani.
Lalu di sektor tunggal putra ada nama Hu Yun yang hanya menduduki peringkat ke 13 harus tersingkir dari pebulutangkis asal Polandia, Michal Rogalski. Usai meraih kemengan, Rogalski mengatakan,
"Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya melakukan yang terbaik. Mencoba sabar dan terus konsentrasi jadi kunci saya," kata Rogalski.
Ada juga pebulutangkis asal Brasi, Daniel Paiola yang sukses membuat unggulan pertama, Lin Dan harus bersusah payang menghadapinya. Li Dan baru bisa kalahkan Paiola dengan duat set yang alot dan cetak 21-14 dan 21-19.
Lantas ada nama pebulutangkis asal Uganda, Edwin Ekiring yang mampu beradaptasi dengan lingkunan barunya, mulai dari ramainya penonton hingga dan aturan kelas internasional. Edwin Ekiring memang kalah namun ia kalah secara terhormat, pasalnya pebulutangkis berusia 31 tahun itu mampu membuat susah pebulutangkis unggulan ke 11 asal India, HS Prannoy untuk bisa meraih kemenangan. Edwin kalah dengan skor 21-14 dan 21-19.
"Saya merasa bahagia bisa bermain disini, semua orang tahu bahwa orang Afrika juga bisa bermain bulutangkis," kata Edwin.