Tommy pernah menduduki rangking tiga dunia, namun saat ini posisinya merosot ke urutan 19. Kemenangan ini tentunya bakal menambah poin dan memperbaiki peringkat Tommy.
“Tujuan utama saya untuk mengikuti turnamen level grand prix ya memang untuk mencari poin dan memperbaiki peringkat dunia saya,” kata Tommy yang dihubungi di Jakarta.
Diunggulkan di tempat pertama, perjalanan Tommy menuju gelar juara bisa dibilang mulus. Peraih medali perunggu BWF World Championships 2014 ini bahkan tak pernah kehilangan satu game pun sejak babak pertama.
Pada laga melawan Hyun Il di final pun, Tommy menang straight game, meskipun Hyun Il sudah terkenal sebagai pemain yang sudah banyak makan asam garam di kancah perbulutangkisan internasional.
“Pada pertandingan melawan Hyun Il di final tadi, saya hanya bermain yang terbaik saja. Saya mencoba untuk tetap fokus satu demi satu poin dan yang paling penting, saya tetap tenang di poin-poin kritis,” ungkap Tommy membeberkan rahasia kemenangannya.
Sementara itu, Fitriani yang merupakan pemain tunggal putri muda Indonesia yang cukup sensasional di turnamen ini, belum berhasil meraih gelar juara grand prix pertamanya. Gelar ganda putri juga mesti lepas dari Indonesia tatkala Suci Rizki Andini/Maretha Dea Giovani dihadang Jongkonphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 14-21, 12-21.