Kini Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting akan turun berlaga di Korea Open Super Series 2015.
Pelatih tunggal putra, Hendri Saputra, mengatakan, ketiganya memang belum dibebani target lolos babak tertentu. Namun Ihsan, Jonatan dan Anthony diharapkan bisa mendulang banyak pengalaman dan membaca persaingan di level super series.
“Pertama mereka harus main bagus dulu, punya mental juang untuk dapat pengalaman main di kelas super series. Disamping itu juga mereka perlu lihat seberapa jauh peningkatan teknik mereka," kata Hendri pada Badminton Indonesia.
"Mereka sengaja tidak saya bebani masuk babak tertentu. Yang penting bisa main saja dulu, lolos ke babak utama. Itu pun kalau harus berhadapan dengan lawan yang jauh di atasnya, saya berharap mereka bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya aja dulu,” sambungnya.
“Dari beberapa penampilan mereka masih ada yang kurang. Bukan dilihat dari hasilnya, tapi dari bagaimana mereka di lapangan, mati-mati sendirinya masih ada. Mereka saya rasa belum maksimal. Tapi kalau dilihat dari hasilnya, ada yang membuat saya cukup puas, seperti Ihsan yang tampil melampaui target."
Sebelumnya di Japan Open Super Series 2015, Ihsan sukses membuat kejutan dengan berhasil tembus ke perempat final. Ihsan mengalahkan pemain-pemain diatasnya seperti Marc Zwiebler, Jerman dan Hu Yun dari Hong Kong. Ia kemudian dikalahkan oleh seniornya sendiri, Tommy Sugiarto. Bermain dari babak kualifikasi dengan langkah yang tidak ringan, diakui Ihsan menjadi faktor penguras energinya.
“Kemarin terasa banget kalau sudah habis di lapangan. Main dari babak kualifikasi banyak menguras fisik saya. Ini yang harus saya tingkatkan, di segi fisik dan power. Setelah di Japan Open kemarin kondisi saya sudah mulai membaik, mulai pulih dan siap untuk kembali bertanding,” kata Ihsan.