Seperti diketahui Polii/Nitya baru saja menasbihkan dirinya menjadi jawara Korea Open Super Series 2015 nomor ganda putri. Meraka menang setelah menaklukkan pasangan ganda putri tuan rumah, Chang Ye Na/Lee So Hee dengan Straight Game 21-15, 21-18.
Korea sepertinya menjadi negara keberuntungan pasangan asal Indonesia ini. Sebab selain meraih gelar Super Series pertama, di Negeri Gingseng ini Ploii/Nitya meraih emas dalam Asian Games 2014.
“Saat ini kami bisa bilang Korea merupakan tempat favorit kami, tempat keberuntungan kami. Di sini kami bisa merebut gelar super series pertama kali dan sebelumnya juga menjadi juara Asian Games 2014 di Korea,” kata Greysia seperti dilansir badmintonindonesia.
Selain menyumbangkan emas untuk Indonesia, raihan emas tersebut, juga menandakan kebangkitan ganda putri Indonesia selama 36 tahun. Pasangan ganda putri Indonesia yang terakhir meraih emas di Asian Games adalah Imelda Gunawan/Verawaty Fajrin, tahun 1978 di Bangkok.
“Rasanya tentu bahagia sekali, bisa menciptakan sejarah di Korea. Semoga kedepannya semakin banyak prestasi yang bisa kami raih. Tidak hanya di Korea tapi di tempat-tempat lain juga. Kami tidak boleh cepat puas,” tambah ia.