Ade/Wahyu Masih Terlalu Jauh untuk Setara Ahsan/Hendra

Senin, 5 Oktober 2015 20:19 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Hal ini seperti diutarakan oleh pelatih kepala ganda putra Pelatnas PBSI Cipayung, Herry Iman Pierngadi. Bagi Herry IP Ade/Wahyu masih dapat menyusul atau setara dengan pasangan yang berada satu level di atasnya seperti pasangan Angga Pratama/Ricky karanda.

"Ada kemungkinan bisa menyusul dan mungkin setara dengan Angga/Ricky jika Ade/Nayaka bisa terus tampil konsisten disetiap pertandingan berikutnya. Namun, jika untuk menyusul atau sejajar dengan Hendra/Ahsan saya rasa masih jauh dan perlu waktu yang cukup banyak lagi,mengingat perolehan poin yang saat ini diperoleh Ade/Nayak masih terlampau jauh," papar Herry saat dihubungi INDOSPORT.

Saat ini, Ade/Nayaka berada diposisi rangking 23 dunia, di bawah Angga/Ricky yang berada  di rangking 11 dunia dan Hendra/Ahsan yang bertengger di rangking 2 dunia. Meski begitu, Herry pun mempunyai target terdekat bagi Ade/Nayaka agar bisa lebih cepat naik level.

"Mungkin saat ini saya akan proyeksikan terlebih dahulu untuk Ade/Nayaka agar bisa minimal tembus final atau bahkan juara di setiap turnemen level Grand Prix Gold. Dan untuk level Super Series meski masih butuh waktu, tapi tidak menutup kemungkinan bagi Ade/Nayaka untuk berprestasi tinggi, mengingat keduanya sudah sering menanang melawan beberapa unggulan. Semoga mereka bisa cepat naik rangking," beber Herry.

Tak hanya itu, Herry pun mengungkapkan Keberhasilan Ade/Nayaka di SCG Thailand Open 2015 kemarin dan juga Singapur Open Super Series bulan april lalu, merupakan ajang pembuktian bagi regenerasi ganda  putra Indonesia masih berjalan.

"Tapi yang terpenting, keberhasilan Ade/Nayaka di Thailand kemarin, dan Angga/Ricky di Singapura Open SS, membuktikan bahwa regenerasi ganda putra Indonesia masih berjalan. Semoga kedepannya meraka bisa menjadi andalan bagi Indonesia pelapis Hendra/Ahsan," pungkasnya. (Aldi).

24