Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil Indonesia setelah sebelumnya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kandas di babak kedua.
Sejauh ini kedua pasangan sudah lima kali bertemu atau ini akan menjadi pertemuan keenam mereka. Dalam lima pertemuan itu Praveen/Debby belum pernah menang.
Dua dari lima pertemuan itu Praveen/Debby kalah dua game langsung kecuali di pertemuan pertama mereka di India Open 2014, Praveen/Debby kalah setelah berjuang tiga set 21-19, 10-21 dan 13-21.
Pertemuan terakhir mereka terjadi di BWF World Championships 2015. Menghadapi pasangan nomor satu dunia tersebut, Praveen/Debby menyerah 13-21 dan 14-21.
Pasangan Indonesia ini mengakui keunggulan sang lawan. Zhang/Zhao bermain rapi, apik, focus dan jarang melakukan kesalahan sendiri
“Kelebihan mereka yang paling menonjol, pertama mereka fokus sekali. Kemudian mainnya juga rapi banget, jarang mati sendiri. Makanya gimana caranya kami harus cari celah buat matiin mereka. Karena kalau kami menunggu mereka mati sendiri, nggak akan dapet-dapet. Jadi ya nanti kami ingin menunjukkan yang terbaik aja,” tandas Debby seperti dilansir laman resmi PBSI.
Meski demikian bukan mustahil pasangan Indonesia ini bisa mengukir sejarah baru. Menghadapi sang unggulan bisa menjadi dorongan dan motivasi bagi Praveen/Debby untuk lebih siap sambil menimba pelajaran dari lawan.
“Ketemu Zhang Nan/Zhao Yunlei beberapa kali sebelumnya kan kami masih kalah. Kalahnya juga bisa dibilang kurang melawan. Jadi kami ingin lebih siap aja dan jangan mau kalah. Biarpun dia unggulan satu, belum tentu pasti bisa menang. Jadi semangatnya harus lebih aja buat lawan mereka,” timpal Praveen.
Babak perempatfinal akan berlangsung Jumat (13/11) mulai pukul 17.00 waktu setempat di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.