4 Pasangan Andalan Diharapkan Fokus Poin Olimpiade 2016

Minggu, 29 November 2015 05:30 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

"Kami memang ingin meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Olimpiade. Tapi, kami harus akui hanya dapat meloloskan empat wakil jelang akhir kualifikasi. Akhir 2015 ini adalah waktu penting bagi atlet untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky seperti dilansir Antara.

Empat pasangan pelatnas PBSI yang berpeluang lolos kualifikasi Olimpiade 2016 adalah pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Rexy mengharapkan seluruh atlet senior PBSI tetap fokus dan tidak lengah pada setiap pertandingan yang diikuti baik tingkat super series premier, super series, maupun grand prix gold.

"Jika mereka kalah pada putaran-putaran awal itu lebih baik. Kami dapat langsung mengevaluasi penampilan mereka. Daripada, mereka terus menang tapi kemudian terlena dengan kemenangan itu," katanya.

Pelatnas PBSI telah mengevaluasi penampilan Tontowi/Liliyana selepas kalah pada turnamen Prancis Terbuka 2015 dan Tiongkok Terbuka 2015 serta Hendra/Ahsan pada Tiongkok Terbuka 2015 dan Denmark Terbuka 2015.

"Kami sudah memberikan program latihan yang terpisah untuk Tontowi dan Liliyana. Kami lebih mengarahkan Tontowi untuk mengambil tanggung jawab dan mengendalikan situasi saat pertandingan," kata Rexy.

Penampilan Praveen/Debby yang terus meningkat, lanjut Rexy, juga memicu Tontowi/Liliyana untuk meningkatkan prestasi mereka.

Sementara, Hendra/Ahsan masih merasa menjadi harapan tunggal pada ganda putra karena poin yang diperoleh Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi masih terlalu jauh untuk menembus delapan besar dunia.

"Kami juga berharap peluang Greysia/Nitya mengejar medali Olimpiade tidak lolos. Mereka telah juara Asian Games 2014 dan mengalahkan pemain-pemain Asia. Pada nomor ganda putri, pemain-pemain Asia memang dominan dibanding Eropa," kata Rexy.


 

11