Meskipun berhasil membekuk Ye Binghon dalam dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-13, Ihsan menyebut dirinya sempat kesulitan untuk membongkar perlawanan wakil China tersebut. Ia pun akhirnya dapat menemukan kesempatan untuk menguasai pertandingan setelah Ye Binghon melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.
“Saya memang bermain buru-buru di game pertama, maunya mematikan lawan. Saya belum ‘mengolah’ bola, padahal kan lawan tidak harus mati lewat smash saja, saya harus membuat dia lari-lari dan goyah dulu,” ujar Ihsan yang ditemui setelah pertandingan.
Di game kedua, pemain kelahiran Tasikmalaya itu pun telah mengetahui celah kelemahahan lawannya sehingga ia dapat menutup set dengan kemenangan 21-13.
“Di game kedua, saya sudah tahu bagaimana mengatasi Ye, saya sudah bisa membaca lawan. Ye pun banyak melakukan kesalahan sendiri di game kedua. Menurut saya, Ye agak berbeda dengan pemain Tiongkok lainnya. Dia sepertinya masih junior dan permainannya belum matang. Tetapi cukup lumayan, pukulannya ada yang menyulitkan,” tambah Ihsan.
Di babak 16 besar, Ihsan akan menghadapi wakil Malaysia, Tee Zhi Soo. Dimana tunggal putra Malaysia ini berhasil lolos seetelah mengalahkan wakil Indonesia, Tomi Azizan.