Gelar ini sekaligus menjadi gelar kedua di ajang BWF Super Series, setelah sebelumnya, mereka pernah menjadi juara di turnamen ini ketika digelar di Kuala Lumpur pada 2013.
Set pertama dimulai, kedua pasangan terlihat saling memberikan tekanan. Beberapa kali kejar-mengejar angka terlihat dalam pertandingan kali ini. Hingga beberapa kesalahan dilakukan oleh Hendra/Ahsan yang membuat ganda Tiongkok ini menjauh hingga poin menginjak 6-11.
Walau kerap menerima serangan, Ahsan beberapa kali memperagakan pukulan-pukulan akrobatik dalam pengembalian bola. Di set pertama ini, terlihat ganda Tiongkok sangat mudah dalam mendapatkan nilai hingga poin mencapai 10-18.
Akhirnya, Chai/Hong mampu merebut set pertama dengan kedudukan 13-21 dengan tempo waktu selama 14 menit.
Kehilangan set pertama, Hendra/Ahsan langsung menerapkan permainan menyerang pada set kedua. Bahkan ganda nomor satu Indonesia ini mampu memperjauh poin hingga 19-11, serangan-serangan yang dilakukan Hendra/Ahsan membuat ganda Tiongkok ini gagal mengembangkan permainan. Benar saja, set kedua mampu direbut Hendra/Ahsan dengan perolehan 21-14
Memasuki set penentu, Hendra/Ahsan bermain dengan sangat dominan. Serangan-serangan yang dilakukan ganda nomor satu Indonesia ini sering gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Chai/Hong. Dominasi terus dilancarkan oleh ganda putra kebanggan Indonesia ini, hingga berhasil mereka akhiri dengan poin 21-14.