Seperti diketahui, Indonesia berada satu grup bersama Korea Selatan dan Maladewa di babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016. Memang Korea dapat menjadi sandungan Indonesia untuk dapat tampil di putaran final Thomas dan Uber di China.
Namun meski begitu, seperti diutarakan oleh kapten tim Uber, Nitya Krishinda Maheswari, hal tersebut tidak membuat kontingen Uber Indonesia patah semangat.

Nitya Krishinda Maheswari dan Greysia Polii di konferensi pers Tim Thomas&Uber Cup 2016
“Persiapan tim kita sudah sangat baik mau nomor single atau double. Memang lawan Korea akan sulit, tapi saya juga yakin bahwa kita juga diperhitungkan sama mereka,” ucap Nitya saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.
“Kita optimis akan bisa karena ini permainan tim, dan pasti akan saling bantu dan memberikan dukungan,” tambah Nitya.
Sebagai kapten tim, tentu Nitya mengaku memiliki trik khusus untuk meningkatkan performa rekan-rekannya. Terlebih untuk melewati hadangan lawan.
“Kunci disini yang terpenting kebersamaan meski kita belum latihan bareng di lapangan. Tapi kebersamaan kita di luar lapangan sudah sangat bagus,” bebernya.
“Mungkin ke depannya saya akan mencoba mengajak kumpul-kumpul bareng di luar lapangan. Karena kebersamaan di luar lapangan akan sangat membantu kekompakan kita nanti saat di lapangan,” tandas rekan Greysia Polii ini.
Memang kebersamaan dapat dikatakan menjadi kunci paling mujarab untuk melewati hadangan lawan. Hal senada juga diutarakan oleh mantan pebulutangkis putri Indonesia, Yuni Kartika.

Mantan pebulutangkis putri Indonesia, Yuni Kartika memberikan semangat untuk tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2016
“Tim Indonesia dari jaman saya memang memiliki rasa kebersamaan yang sangat kuat. Dan itu memang terkadang menjadi senjata kita untuk lawan. Dimana kita saling dukung satu sama lain,” ucap Yuni.