Tommy merupakan salah satu wakil Indonesia di tim Thomas Indonesia. Dia merupakan anggota tim dari luar pelatnas.
Namun, jelang mengikuti babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016, ada kabar duka yang menyelimuti pebulutangkis peringkat 10 dunia ini.
Dia ditinggal sang nenek untuk selama-lamanya. Akibat musibah ini, membuat dirinya telat bergabung bersama rekannya di Pelatnas.

Kompetisi Thomas dan Uber Cup yang siap akan digelar.
"Saya memang telat datang dan baru dapat bergabung pada hari ini (Rabu) karena ada yang meninggal. Jadi saya belum dapat berlatih di Pelatnas," ucap Tommy saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.
Meski telat bergabung, Tommy mengaku tidak akan mengganggu persiapan dirinya. Terlebih dia membawa pelatih pribadi, sehingga dia akan ditangani oleh dua orang pelatih.
"Meskipun baru bergabung, sejauh ini tidak terganggu mengenai persiapan saya. Terlebih saya sudah sedikit mengenal dengan teman-teman di sini," ucap Tommy.

Tommy Sugiarto, salah satu pebulutangkis andalan Indonesia.
"Kita akan terus berjuang dan saya bawa pelatih sendiri. Sehingga nanti akan ada dua pelatih yang akan membimbing saya di Pelatnas," tandas ia.
Tommy memang menjadi tumpuan utama di nomor tunggal putra untuk tim Thomas. Dia akan berjuang bersama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi tumpuan di nomor ganda.