Dalam pertandingan di Nimibutr Stadium, Dinar terlihat seperti demam panggung menghadapi pemain asal Thailand tersebut. Dia kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan.
“Saya tidak bisa langsung in di game pertama, saya masih membaca-baca permainan lawan. Banyak bola-bola yang dibuang ke belakang oleh lawan, dan ada tekanannya, jadi saya tidak enak mengontrolnya,” tutur Dinar.
“Saya bisa mengimbangi dan menyamakan kedudukan di game kedua, tetapi sering kena pukulan tipuan dari lawan sehingga mati langkah. Lawan punya pukulan chop yang bagus,” imbuh, pemain asal klub Djarum tersebut.
Sebagai bahan evaluasi, Dinar mengatakan bahwa ia mesti meningkatkan daya tahan saat bertanding di lapangan.
Pukulan-pukulannya pun mesti ditambah dengan kekuatan sehingga lebih berisi. Permainan depan juga menjadi perhatian buat Dinar.
“Bola-bola depan saya harus lebih bervariasi lagi. Harusnya bisa bikin susah lawan untuk mengembalikan,” tuturnya seperti diberitakan situs resmi PBSI.