Jonatan harus lebih dulu menyerah di game pertama kepada Kenta meskipun mampu memimpin lebih dulu hingga poin 6-2.
Namun perlahan tapi pasti Kenta mulai menyusul dan menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Kenta terus menekan dengan memainkan rally-rally menyerang hingga berhasil unggul 14-9.
Jonatan gagal mengembangkan permainan sementara Kenta terus melaju, merebut poin demi poin dan meninggalkan Jonatan 19-12 sebelum akhirnya menutup game dengan skor 21-14.
Game kedua, Jonatan mengambil alih permainan dan unggul 6-2. Smash-smash Jonatan tidak dapat dikembalikan dengan sempurna oleh Kenta.
Jonatan terus mendominasi jalannya pertandingan dan memimpin 13-8. Pola permainan yang berbeda ditunjukkan oleh Jonatan di game kedua ini.
Jonatan lebih agresif dan pergerakan foot work nya juga lebih lincah. Jonatan unggul 18-12, setelah itu Jonatan sempat tersusul hingga 20-19. Jonatan menutup game kedua 21-19.
Memasuki game penentuan, kedua pemain berusaha bermain lebih hati-hati. Jonatan unggul 4-2. Rally diantara kedua pemain terus berlanjut, Jonatan terus unggul hingga 11-6.
Setelah terjadi perpindahan tempat, Kenta mulai menyusul ketertinggalannya hingga 12-11. Jonatan kembali unggul 17-12. Jonatan menutup game ketiga 21-13.
Dengan hasil ini, maka Tim Kualifikasi Piala Thomas Indonesia berhasil merebut gelar juara di ajang kualifikasi Piala Thomas 2016 setelah unggul 3-2 atas Tim Kualifikasi Jepang.