Game pertama, Greysia/Nitya tidak menemui kesulitan berarti. Apalagi lawannya, Eom/Kim, terhitung banyak melakukan kesalahan yang menguntungkan pasangan Indonesia.
“Di game pertama mereka banyak mati-mati sendiri. Pas di game kedua mereka mau coba untuk lawan, sampai poin lima sama mereka masih ngotot. Tapi setelah itu mereka juga tetap mati-mati sendiri lagi,” kata Greysia seperti dilansir situs resmi PBSI.
Dengan Eom/Kim, Greysia/Nitya pernah bertemu sekali di Japan Open 2015. Saat itu, Greysia/Nitya menang 22-20 dan 21-15.
Selanjutnya di perempat final, unggulan pertama turnamen ini masih menunggu lawan, antara Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, Bulgaria dan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, Denmark.
Dengan dua pasangan tersebut, Greysia/Nitya tercatat belum pernah saling berhadapan. Meski rangkingnya terpaut jauh, Greysia/Nitya tetap tak ingin meremehkan lawan.
“Setiap masuk ke babak berikutnya, lawan terus tidak akan mudah. Kami tetap siap. Karena Eropa pemainnya sudah bagus-bagus, nggak bisa kami anggap remeh,” ungkap Nitya.