“Mereka kali ini main lebih baik dari kami. Pertahanan mereka kali ini lebih kompak. Jarang buat mati sendiri dan susah untuk dimatiin,” ungkap Nitya mengevaluasi penampilan seperti rilis yang diterima INDOSPORT.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi unggulan kedua ini. Dalam empat pertemuan sebelumnya Greysia/Nitya tak pernah kalah. Pertemuan sebelumnya di Japan Open 2015 dimenangkan Greysia/Nitya dengan skor 16-21, 21-12 dan 21-11.
“Di lapangan seharusnya kami bisa mengolah bola, nggak buru-buru pengen cepet matiin. Karena dari mereka juga sebenarnya untuk matiin kami nggak gampang, untuk balik serang juga mereka kesulitan. Untuk selanjutnya kami tidak boleh buru-buru untuk matiin lawan,” sambung Nitya.

Greysia/Nitya gagal mengulangi prestasi tahun lalu di All England kali ini.
Dibandingkan tahun sebelumnya pencapaian ini jauh lebih merosot. Pada All England 2015, keduanya mampu melangkah hingga ke perempatfinal sebelum ditumbangkan wakil Tiongkok Tang Jinhua/Zhong Qiaxin, 19-21, 21-13 dan 11-21.
Nasib berbeda ditorehkan ganda putri lainnya. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi melaju ke babak kedua setelah menumbangkan wakil Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva dengan skor 21-23, 21-18 dan 21-15.
Kemenangan pun diraih Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari. Keduanya sukses menaklukkan Isabel Herttrich/Birgit Michels asal Jerman.