Praveen/Debby yang merupakan unggulan kedelapan harus merelakan game pertama kepada Kenta/Ayane setelah tertinggal 4-11 di interval pertama.
Praveen/Debby sempat mengejar ketertinggalan menjadi 6-12, namun Kenta/Ayane terus menjauh hingga kedudukan 13-19 dan berhasil menuntaskan game pertama dengan skor 13-21.
Tak ingin kembali kehilangan game, Praveen/Debby langsung mengambil alih permainan dan langsung memimpin 7-4.
Kenta/Ayane sempat mengejar dan menyamakan skor menjadi 7-7, namun selepas itu pasangan Jepang tersebut gagal mengembangkan permainan dan dipaksa menyerahkan game kedua dengan skor 21-14.
Game ketiga, yang merupakan game penentuan, kedua pasangan yang bertanding mengerahkan seluruh kemampuannya hingga kejar mengejar angka berjalan begitu sengit.
Skor imbang 4-4, 5-5, 8-8, 10-10 dan 11-11 sempat berkali-kali mewarnai sengitnya laga. Namun selepas itu pasangan Indonesia tidak terbendung dan memimpin perolehan angka menjadi 13-11.
Pasangan Jepang tak ingin menyerah begitu saja, Kenta/Ayane kembali berhasil menyamakan skor menjadi 18-18, namun Praveen/Debby akhirnya menutup game menjadi 21-18.
Dengan demikian, Praveen/Debby dipastikan meraih satu tiket di babak perempat final dan tinggal menunggu lawan dari duel antar pasangan Tiongkok, Liu Cheng/Bao Yixin dan Lu Kai/Huang Yaqiong.
Dengan Liu/Bao, rekor pertemuan Praveen/Debby sama kuat dengan 2-2. Praveen/Debby diuntungkan dengan catatan kemenangan di dua pertemuan terakhir, yaitu Chinese Taipei Open 2015 dan BWF World Super Series Finals 2015.
Sementara dengan Lu/Huang, Praveen/Debby sementara memimpin rekor pertemuan dengan 2-1. Laga terakhir mereka terjadi di French Open 2015, Praveen/Debby menang 21-18 dan 21-19.
Selain Praveen/Debby, Indonesia masih punya satu wakil ganda campuran lagi di perempat final. Hal ini dipastikan dari “perang saudara” antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja.