Kemenangan Angga/Ricky atas pasangan asal China Huang/Zheng sangat berarti bagi keduanya. Lewat pertandingan dua set langsung dengan skor akhir 21-19 24-22, Angga/Ricky sukses membuka peluang untuk meraih gelar di ajang New Zealand Open Grand Prix Gold 2016.
Ricky menyebut bahwa kedua pemain China sempat memberikan perlawanan karena lawannya tersebut memiliki keunggulan di bagian kekuatan. Namun, meski begitu, Angga/Ricky tetap berhasil melaju ke final dengan memanfaatkan permainan net.
“Pemain China memiliki keunggulan kekuatan yang dibawa ke dalam permainan tetapi kami terus menjada konsentrasi dan fokus pada saat-saat penting dalam pertandingan,” kata Ricky seperti dilansir website resmi New Zealand Open Grand Prix Gold 2016.
“Tujuan kami adalah untuk bekerja sangat keras dekat dengan net untuk membuat segalanya sulit bagi mereka,” katanya.
Lalu, pemain China, Zheng Siwei menilan ganda putra Indonesia yang mengalahkan mereka memang tampil lebih baik.
“Kami berjuang di depan net dan respon kami dari service bukan yang terbaik. Pemain Indonesia sedikit lebih baik di sana dan kami kehilangan beberapa poin di sana,” ucap Zheng Siwei.
“Merespon service kurang baik tapi kami mencoba sangat keras di game kedua untuk membawa kembali tapi kami kalah,” katanya.
Di ganda putra lainnya semifinal, Korea Ko Sung Hyun dan Shin Baek Cheol dipulihkan beberapa kebanggaan bagi bangsa mereka dengan kemenangan atas Gideon Markus Fernaldi Indonesia dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, 21-16, 21-16.