Bermain Judi, 2 Pebulutangkis Jepang untuk Olimpiade 2016 Terancam Penjara

Kamis, 7 April 2016 18:56 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:

Kasus tersebut bermula ketika Momota dan Tago mengunjungi kasino ilegal di kota Tokyo pada bulan April dan Mei 2015. Namun, mereka berhasil bebas dari penggerebekan yang dilakukan polisi di dalam kasino ilegal tersebut.

Polisi hanya menangkap enam orang yang berada di kasino ilegal tersebut, termasuk operator kasino dan seorang sindikat kejahatan. Akan tetapi, kasus tersebut kembali menjadi buah bibir setelah Momota dan Tago mengakui memang sedang bermain judi di kasino ilegal tersebut saat penggerebekan terjadi.

Sekjen Federasi Bulutangkis Jepang, Kinji Zeniya akan menyelidiki pengakuan Momota dan Tago. Jika terbukti bersalah, keduanya tak akan memperkuat Jepang dalam Oliampiade 2016. Selain itu, mereka bisa diancam hukuman penjara selama tiga bulan hingga lima tahun dengan denda sebesar 500 ribu yen atau sekitar 60 juta rupiah.

"Mungkin saja keduanya akan absen di Olimpiade 2016, atau mungkin tidak," kata Zeniya seperti dikutip dari Japantimes.

Saat ini, Momota menempati urutan keempat rangking pebulutangkis dunia. Ia merupakan pebulutangkis pertama Jepang yang memperoleh perunggu dalam kategori single di kejuaraan bulutangkis dunia di Jakarta, Agustus 2015. Selain itu, pria berumur 21 tahun tersebut pernah menjuarai BWF Series Masters dalam kategori single di Dubai, Uni Emirat Arab, Desember 2015.

Sementara itu, Tago merupakan pebulutangkis Jepang pertama yang menjadi juara nasional sebanyak enam kali. Terakhir, prestasi  tersebut direngkuhnya pada tahun 2013.