Sebelum pertandingan ini Lin Dan berada di posisi yang diunggulkan. Pebulutangkis yang karib disapa Super Dan itu merupakan unggulan kedua. Sementara Sony berstatus pemain non unggulan.
Namun, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan pebulutangkis asal Surabaya itu membuat akhir cerita menjadi berbeda.
Sony bermain taktis sejak awal set pertama. Berkat permainan ciamik, Sony mampu memenangkan set pertama dengan mudah, 21-10.
Di set kedua Lin Dan berusaha bangkit. Bermodalkan smash-smash keras dan penempatan bola yang akurat, mantan pebulutangkis nomor satu dunia itu memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Bermain rubber game tentu sangat menguras tenaga. Ditambah lagi kedua pebulutangkis itu sudah tak muda lagi. Sony yang sudah berusia 31 tahun dan Lin Dan yang satu tahun lebih tua dari Sony tetap menyajikan drama persaingan yang sengit.
Kedua pebulutangkis bersaing ketat untuk mengumpulkan poin. Akhirnya perjuangan selama lebih dari satu jam ini dimenangkan Sony dengan skor akhir 22-20.
Hasil ini mengantar Sony ke partai puncak dan akan menantang wakil Korea Selatan Son Wan Ho. Di babak semifinal pemain non unggulan itu mengalahkan wakil Hong Kong NG Ka Long Angus, 22-20 dan 21-16.