Jonatan Christie harus mengubur impiannya menjuarai Singapura Open 2016 usai ditaklukkan tunggal putra andalan China, Lin Dan. Sebelumnya, di Malaysia Open Super Series Premier, pebulutangkis 19 tahun itu mampu melangkah jauh hingga ke babak semifinal sebelum akhirnya disingkirkan pemain nomor satu dunia asal China, Chen Long.
Meski demikian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Ketua Bidang Humas dan Sosial Media, Yuni Kartika menyatakan bahwa prestasi yang ditorehkan Jonatan sejauh ini sudah melampaui target PBSI.
“Jonatan sih menunjukan prestasi yang bagus, kemarin di Malaysia dia bisa masuk ke semifinal dari babak kualifikasi sebelum kalah dengan Chen Long. Buat PBSI pencapaiannya sudah sangat bagus, jauh melebihi target yang diberikan ke dia,”tuturnya saat dihubungi INDOSPORT.

Jonatan Christie saat menghadapi Chen Long di Malaysia Open Super Series Premier 2016.
Yuni Kartika yang merupakan mantan pemain nasional juga menyatakan bahwa dengan hasil yang sudah diraih sejauh ini, posisi Jonatan di ranking BWF pun ikut meningkat tajam.
“Dari segi ranking dia melonjak tinggi karena dia semifinalis di Super Series Premier. Ini juga berarti latihan yang selama ini diberikan ke dia sudah cocok, makanya dia bisa mencapai prestasi sejauh ini,” tutur Humas PBSI tersebut.
Berdasarkan data BWF, per 14 April 2016, Jonatan menempati rangking 25 dunia. Sementara tunggal Indonesia dengan peringkat tertinggi masih ditempati Tommy Sugiarto yang duduk di posisi sembilan besar dunia.