Praveen Jordan/Debby Susanto kalah dua set sekaligus dari Kim Gi Jung/Shin Seung Chan dengan skor 17-21 dan 20-22. Kondisi shuttlecock berat diakui mereka menjadi salah satu alasan mengapa keduanya harus menyerah dari wakil Korea tersebut.
Hal itu juga membuat Praveen/Debby tampak kesulitan untuk menembus pertahanan dari wakil Negeri Ginseng tersebut.
Praveen/Debby dan Kim/Shin sebelumnya pernah bertemu di India Open Grand Prix Gold 2016, dan menang 21-18 dan 21-14.
“Mungkin karena posisi bola yang cukup berat. Serangan kami pun jarang tembus, baik yang ke Kim atau Seung Chan. Mereka lebih diuntungkan dengan bola berat, karena andalan mereka memang powernya,” tutur Debby seperti rilis PBSI yang diterima INDOSPORT.
“Kami juga pas nyerang-nyerang banyak kurang sabar sendiri, jadi malah error dan buat kesalahan sendiri,” tambah Praveen.
Sebelum jawara All England 2016 ini tumbang, pasangan ganda campuran lainnya, Edi Subaktiar/Gloria Emanulle Widjaja pun harus kalah dari duet Korea, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na.
Mereka terhenti usai bertanding dengan cukup sengit dan melalui rubber set dengan skor 13-21, 24-22 dan 15-21. Meski kalah, pertemuan kali ini tampak lebih baik dari sebelumnya dengan Ko/Kim.
Sementara kompatriot mereka lainnya, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti juga harus mengakui keunggulan dari Shin Baek Cheol/Chae Yoo Jung dengan skor 18-21, 21-16 dan 14-21 menjadi penanda akhir perjalanan Ronald/Melati.
“Kami banyak salah buang bola, jadi yang harusnya nyerang malah keserang balik. Terus saya juga defendnya banyak mati melulu,” kata Melati.
“Dari awal kami coba fokusnya. Tapi pas di akhir kami fokusnya kurang tahan. Mereka lebih siap dari kami,” ujar Ronald.