Move On dari BAC, Tontowi/Liliyana Bidik Indonesia Open

Senin, 2 Mei 2016 07:48 WIB
Editor: Yohanes Ishak
© humas pbsi
 Copyright: © humas pbsi

Tontowi/Liliyana berharap dapat menjadi juara di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016 yang akan digelar pada tanggal 30 Mei hingga 5 Juni 2016 mendatang.

Hal ini bukan hanya sebagai ajang pelampiasan bagi keduanya yang gagal merengkuh gelar di BAC 2016, China kemarin, tetapi juga sebagai ambisi untuk meraih gelar di kompetisi tersebut, menyusul dalam 5 tahun terakhir, mereka belum pernah merasakan gelar di tanah kelahiran sendiri.

“Kami nanti main sebagai tuan rumah, kami berapa kali di semifinal dan final, pengen lah kali ini semoga bisa juara,” ungkap Liliyana seperti yang tertera dalam rilis PBSI yang diterima INDOSPORT.

Liliyana menambahkan, baik dirinya maupun tandemnya masih perlu melakukan pembenahan demi mendapatkan hasil lebih memuaskan. Salah satunya adalah dapat bermain lebih tenang meski dalam kondisi tertekan.


Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad harus puas menempati posisi kedua di BAC 2016.

“Kami harus perbaiki ketenangan dan pada saat kami tertekan, kami harus bisa cari jalan untuk bisa keluar dari tekanan tersebut. Kalau kami terus bertahan dengan keadaan tertekan, lawan akan enak. Kami harus bisa mencari jalan untuk keluar dari kondisi itu,” kata Liliyana mengevaluasi penampilannya.

Senada dengan rekannya, Tontowi Ahmad juga mengaku penampilan keduanya dapat dijadikan evaluasi sekaligus memperbaiki peforma dirinya jelang olimpiade di Brasil mendatang.

“Kedepannya untuk Indonesia Open kami akan bersiap lagi, ini jadi evaluasi. Saya akan mempelajari kekurangan saya untuk bisa diperbaiki, hingga nanti ke Olimpiade,” ujar Tontowi menambahkan.


Tontowi/Liliyana, pasangan ganda campuran andalan Indonesia.

Tontowi/Liliyana pernah ambil bagian di Indonesia Open Super Series Premier sejak tahun 2011, kala itu mereka finis sebagai runner up usai ditaklukkan wakil China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan skor 22-20, 14-21 dan 9-21.

Tahun selanjutnya, pada Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, Tontowi/Liliyana lagi-lagi terhenti sebagai runner up. Kali ini mereka dikalahkan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, 17-21, 21-17, dan 13-21.

Di tahun 2013, capaian Tontowi/Liliyana mengalami penurunan. Mereka hanya bisa bertahan hingga babak semifinal. Tontowi/Liliyana dihentikan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dua game langsung 15-21 dan 14-21.

Sedangkan tahun 2014 dan 2015 lalu, Tontowi/Liliyana dikalahkan pasangan Tiongkok, juga di babak semifinal. Di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014, Xu Chen/Ma Jin yang menjadi penghalang Tontowi/Liliyana. Sedangkan tahun berikutnya, pasangan Indonesia ini terjegal Zhang Nan/Zhao Yunlei.

12