Posisi Nitya sebagai kapten akan digantikan oleh pasangan mainnya, Greysia Polii, yang rencananya tetap akan berangkat ke Kunshan, Tiongkok, bersama anggota Tim Uber lainnya. Sedangkan satu slot ganda putri bakal diisi oleh pemain playmaker Tiara Rosalia Nuraidah.
Ketua Humas dan Media Sosial PBSI, Yuni Kartika pun menilai jika absennya Nitya memang secara langsung mempengaruhi kekuatan tim Uber secara keseluruhan. Namun menurut mantan pebulutangkis putri itu, sosok Tiara menjadi pengganti sempurna bagi Nitya.
“Persiapan tim Thomas/Uber sementara semua tetap berlatih seperti biasa hanya Nitya karena diganti akibat cedera, Tidak ganggu tetapi secara kekuatan pasti berbeda jadinya, beda 30 persne,” ujar Yuni saat dihubungi INDOSPORT.
“Tiara dianggap paling cocok utk bisa dipasangkan dengan siapa saja, makanya dipilih Tiara, karena dari latihan sudah kelihatan,” tambah Yuni.
Absennya Nitya sangat disayangkan, mengingat ia dan Greysia merupakan ujung tombak tim Uber Indonesia. Greysia/Nitya yang kini menduduki peringkat dua dunia ini merupakan salah satu andalan di tim Uber yang diharapkan mampu menyumbang angka kemenangan.
Sementara itu menurut Manajer Tim Piala Thomas dan Uber 2016, Rexy Mainaky, persiapan akan lebih ditingkatkan mengingat banyaknya pemain yang harus bertanding di beberapa turnemen sebelumnya.

Aksi Nitya bersama Greysia Polli.
“Persiapan kali ini kebanyakan pemain yg masuk dalam team thomas/uber harus main di banyak pertandingan,” ujar Rexy saat dihubungi INDOSPORT.
Sebelumnya mantan pemain ganda putra Indonesia itu sempat mengungkapkan jika absennya Nitya bakal berdampak dengan pengurangan kekuatan di kubu tim Uber. Hal tersebut mengingat perubahan skuat yang harus dilakukan di tubuh tim putri.
“Posisi Kapten Tim Uber akan diserahkan kepada Greysia, sedangkan satu slot kosong di ganda putri bakal diisi Tiara. Pasti ada perubahan kekuatan dengan absennya Nitya, at least 30 persen kekuatan tim Uber akan berkurang,” jelas Rexy.