Dua hari jelang keberangkatan ke Kunshan, China pada Rabu 11 Mei mendatang, PBSI mengalami kesulitan melakukan persiapan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rexy Mainaky, membeberkan bahwa para atlet tidak memiliki banyak waktu untuk persiapan dikarenakan berbarengan dengan persiapan menuju Olimpiade.
"Tahun ini kami memang tidak punya banyak waktu untuk membentuk training camp atau simulasi seperti tahun lalu. Kali ini persiapannya beriringan dengan persiapan ke Olimpiade Rio de Janiero,” ujar Rexy
“Jadi masih banyak pemain kita yang hingga last minute masih berjuang untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade," tuturnya.

Tommy Sugiarto termasuk dalam skuat Piala Thomas.
Meski demikian, Rexy menyatakan bahwa para pemain sudah siap bertanding dan PBSI sudah mengevaluasi berbagai kelemahan serta kekurangan pada beberapa turnamen sebelumnya.
"Hingga saat ini kesiapan tim sudah 100 persen, kami sudah mengatur bagaimana memperbaiki kekurangan yang ada di turnamen terakhir di BAC (Badminton Asia Championship),” kata manajer Piala Thomas dan Uber itu.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky (tengah).
“Kami juga akan melakukan penyegaran fokus atlet serta recovery fisik mereka setelah mengikuti begitu banyak turnamen. Mengenai kesiapan mental saya rasa tidak ada masalah, karena anak-anak sudah tahu siapa saja yang akan mereka hadapi," sambungnya.
Kejuaraan Piala Thomas dan Uber akan berlangsung 15-23 Mei, dengan Tim Uber bertanding lebih dulu pada Minggu, 15 Mei melawan Bulgaria di grup C. Sementara itu Tim Thomas baru akan bertanding pada malam harinya (waktu setempat).