Resmi, Pelatih Tunggal Putri Tinggalkan PBSI

Selasa, 17 Mei 2016 05:05 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Keputusan Edwin Iriawan untuk melepas jabatannya sebagai pelatih tunggal putri PBSI karena alasan keluarga, sehingga dirinya terpaksa harus mengundurkan diri. Edwin dikabarkan berniat untuk kembali berkumpul dengan sanak keluarganya di Batam.

Melalui SK PBSI nomor SKEP/031/0.5/V/2016, Pengurus Pusat PBSI juga secara resmi elah memberhentikan Edwin Iriawan sebagai kepala pelatih tunggal putri, sekaligus mengangkat Bambang Supriyanto sebagai penggantinya terhitung mulai tanggal 15 Mei 2016 kemarin.


Edwin Iriawan (kanan) mantan pelatih tunggal putri Indonesia.

“Walaupun Edwin resmi diberhentikan pada bulan Juni 2016, tetapi semua tugas dan tanggung jawab sudah diberikan kepada Bambang sejak pertengahan bulan Mei. Hal ini dikarenakan kami ingin memberikan kesempatan kepada Edwin untuk bisa mengurus semua keperluan untuk kepindahannya,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto seperti rilis PBSI yang diterima INDOSPORT.

Bambang Supriyanto sendiri sudah tidak asing lagi menangani tunggal putri Indonesia, kini ia pun telah menemani tim besutannya di Piala Uber 2016 yang digelar di Kunshan, China.


Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto.

“Kami sangat memahami dan menghargai keputusan Edwin yang lebih memilih keluarga. Semoga kedepannya Edwin bisa lebih sukses, walaupun sudah tidak bersama PBSI,” ujar Budiharto.

“Terima kasih atas kontribusi dan jerih payah Edwin dalam mendukung tim bulutangkis Indonesia selama ini,” tambah Budiharto.


Bambang Supriyanto, pelatih tunggal putri Indonesia yang baru.

Edwin yang juga pernah melatih tim nasional India ini bergabung di Pelatnas PBSI pada tahun 2014. Awalnya Edwin diminta untuk membantu Richard Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI untuk melatih pemain ganda campuran.

Namun pada awal 2015, Edwin mulai menangani tim tunggal putri yang saat itu masih di bawah kepemimpinan Bambang Supriyanto. Sejak awal 2016, Edwin dipercaya untuk menjadi kepala pelatih tunggal putri.

1