Peristiwa Masa Lampau

Momen Emas 1996, Saat Terakhir Indonesia Kawinkan Piala Thomas dan Uber

Jumat, 20 Mei 2016 14:16 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja
 Copyright:
Kejutan Tim Uber Indonesia

Pada Piala Uber 1996, tim Uber Indonesia memang sama sekali tidak diunggulkan untuk berjaya di turnamen ini.

Terbukti, baik media lokal atau media luar lebih mengunggulkan China untuk meraih gelar juara di turnamen beregu tersebut.

Memang prediksi tersebut tidaklah salah. Sebab, jika dibandingkan peringkat dan kualitas pemain, Indonesia jelas kalah jauh ketimbang China.

Namun, semangat juang dan kebersamaan tim menjadi modal yang bisa mengalahkan predikat peringkat dunia. Keberadaan Susi Susanti mampu meningkatkan moril tim.

Saat itu, Indonesia tergabung di Grup A bersama China dan Jepang. Pada pertandingan penyisihan grup, Susi dkk berhasil mengalahkan Jepang.

Sayang, pada penentuan gelar juara, Indonesia yang saat itu sengaja menyimpan Susi dibantai China dengan skor telak 5-0. Merah Putih pun bertemu dengan Korsel yang lebih diunggulkan.

Meski hanya menjadi underdog, srikandi Indonesia secara mengejutkan mampu membantai negeri Ginseng tersebut dengan skor telak 4-1 dan kembali menantang China di partai puncak.

Semangat juang Susi berhasil menular ke rekan setimnya ketika berhadapan dengan China. Akhirnya, Indonesia berhasil menjadi juara.

Ganda putri Lili Tampi/Finarsih, menjadi penentu kemenangan Merah Putih setelah menumbangkan Qin Yiyuan/Tang Yongsu.

Hasil pertandingan final Piala Uber 1996:

Susi Susanti 2-1 Ye Zhaoying (4-11, 11-5, 11-5)

Eliza/Zelin Resiana 1-2 Ge Fei/Gu Jun (15-7, 8-15, 12-15)

Mia Audina 2-0 Wang Chen (11-4, 11-6)

Lili Tampi/Finarsih 2-0 Qin Yi Yuan/Tang Yong Shu (15-9, 15-10)

Meiluawati 2-0 Zhang Ning (11-6, 11-2)