Tim Thomas Indonesia kembali harus memupus harapan membawa kembali Piala Thomas ke Indonesia. Setelah hampir 14 tahun lepas dari genggaman, lambang supremasi beregu putra itu kembali sirna setelah Indonesia takluk 2-3 atas Denmark.
Kekalahan ini tentu menghadirkan kekecewaan bagi bangsa Indonesia. Tak terkecuali Kemenpora selaku perwakilan Pemerintah.
"Tentu kita kecewa karena Tim Thomas harapan terakhir kita setelah tim Uber juga harus takluk. Kita sudah sangat rindu dimana sudah 14 tahun kita tidak membawa pulan Piala Thomas," ucap Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto selepas menyaksikkan laga final bersama di Theather Menpora, Senayan, Jakarta.
Bagi Gatot perjuangan Tim Thomas Indonesia saat menghadapi Denmark tidaklah mudah. Meski memiliki rekor bagus saat bertemu Denmark, namun kali ini Indonesia gagal mengalahkan Denmark.
"Lawan memang tadi bermain sangat bagus. Dan kita tahu Denmark memang salah satu bebuyutan kita. Dan saya akui Denmark tadi sangat bagus dan selamat atas kemenangan tim Denmark," beber Gatot.
"Namun kita tetap apreisiasi karena apa yang dilakukan mereka (Tim Thomas dan Uber) sudah sangat luar biasa dan berjuang sudah maksimal. Kita akan anggap mereka pahlawan saat nanti kembali ke Indonesia," jelas Gatot.