Sport Science

Tidur Jadi Kunci Hasilkan Pebulutangkis Berprestasi

Kamis, 26 Mei 2016 07:40 WIB
Editor:
 Copyright:

Hadir sebagai narasumber, Andrew Perks dari Badminton Australia dan Cory Innes dari Victorian Institute of Sports, serta beberapa atlet Australia seperti Gronya Sommerville dan atlet Indonesia yang kini menetap di Australia, Setyana Mapasa. 

Peserta seminar terdiri dari pelatih fisik PBSI Cipayung, perwakilan klub-klub bulutangkis di Indonesia serta pengurus provinsi PBSI.

Dalam seminar tersebut, salah satu poin yang paling menarik ialah soal teknik pemulihan untuk para atlet yang memiliki jadwal padat. 

“Teknik pemulihan ini penting untuk atlet yang memiliki jadwal latihan dan kompetisi yang padat, kurang lebih seperti atlet PBSI yang jadwalnya ketat sekali. Mereka yang rentan akan cedera dan sering melakukan latihan angkat beban, juga harus menguasai teknik ini. Teknik ini pun sesuai untuk atlet-atlet yang akan bertanding di olimpiade,” ujar Perks yang menjabat sebagai Performance Coach di Badminton Australia.
 
Perks juga membeberkan kebiasaan-kebiasaan atlet binaannya. Selama 45 – 60 menit setelah bertanding, para pebulutangkis Australia wajib melakukan proses pemulihan yang terdiri dari 10 menit pendinginan serta 10-30 menit leg draining (posisi telentang dengan kaki disenderkan di tembok melawan gravitasi untuk melancarkan aliran darah). 

Teknik ini sudah terbukti secara medis dapat membantu atlet pulih lebih cepat dan menjaga atlet dalam jangka panjang.
 
Para atlet bulutangkis Australia juga diminta untuk melakukan teknik pemulihan yang paling mudah, murah namun paling efektif yaitu tidur.
 
“Tidur adalah kunci dari pemulihan atlet. Atlet kami dibiasakan tidur siang setidaknya 20 menit sehari, karena sudah ada penelitiannya. Kualitas tidurnya pun harus diperhatikan, satu jam sebelum tidur, atlet harus jauh dari handphone, karena handphone mengeluarkan blue light yang mengganggu produksi hormon melatonin yang berkaitan dengan tidur,” jelas Innes, Strength and Conditioning Coach ini.

Tiap atlet bulutangkis di Australia dibekali perlengkapan yang diberi nama “Recovery Tool Box” yang berisi alat-alat penunjang pemulihan diantaranya massage ball, roller pillow, dan lainnya. 

Pemain-pemain muda diberikan sebuah kartu kecil yang harus diletakkan di tas raket mereka, kartu ini berisi langkah-langkah teknik pemulihan yang benar