“Saya tetap bersyukur dengan hasil hari ini, saya bisa sampai ke babak semifinal,” ucap Ihsan setelah pertandingan seperti dilansir laman resmi PBSI.
Chong Wei bermain sangat rapi dan jarang sekali membuat kesalahan sendiri. Smash keras Ihsan selalu diantisipasi dengan baik oleh Chong Wei. Sebaliknya, Ihsan tak dapat mengeluarkan permainan terbaiknya..
Ihsan mulai bangkit di game kedua, ia mulai mampu mengejar setiap ketertinggalannya. Bahkan Ihsan sempat balik memimpin perolehan angka menjadi 8-7.

Ihsan jatuh bangun meladeni permainan Lee Chong Wei.
Ihsan kian mendekat jadi 18-19. Chong Wei tampaknya tak menginginkan Ihsan mendapat "angin", ia langsung menekan dan menutup game kedua.
“Di game pertama memang saya telat panas, sering ragu-ragu sama pukulan saya. Saya merasa lumayan puas dengan penampilan saya di game kedua, saya bermain lebih berani, bisa mengeluarkan apa yang saya punya,” lanjut Ihsan.
“Saya banyak mendapat pengalaman berharga, banyak belajar dari pemain sekelas Lee Chong Wei. Saya pelajari teknik permainan dan ketenangannya di lapangan,” tambah Ihsan.
“Mengenai banyak melakukan kesalahan sendiri, sebetulnya bukan karena tegang. Tetapi memang feelingnya kurang pas, shuttlecock yang dipakai lajunya kencang sekali, jadi saya sering ragu-ragu takut out,” beber Ihsan.
Dengan kekalahan Ihsan, Indonesia belum berhasil menempatkan wakil ke babak final. Sementara Chong Wei masih akan menunggu calon lawan di final, antara Jan O Jorgensen (Denmark) atau Tian Houwei (Tiongkok).