Indonesia Prioritaskan Olimpiade Ketimbang Australia Open

Selasa, 7 Juni 2016 20:57 WIB
Penulis: Abdul Hamid | Editor: Ramadhan
© Herry Ibrahim/Indosport
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memgembalikan kok ke arah ganda campuran Denmark Kim Astrup/Line Kjaersfeldt. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memgembalikan kok ke arah ganda campuran Denmark Kim Astrup/Line Kjaersfeldt.

Pagelaran Indonesia Open 2016 telah berakhir, kini para pebulutangkis terbaik Indonesia akan bersiap mengikuti turnamen selanjutnya yakni Australia Open 2016. Namun, kedatangan mereka ke Australia ini tidak dipatok target yang tinggi.

Kepala Bidang Humas dan Sosial Media PBSI, Yuni Kartika menjelaskan bahwa target utama bukan menjadi juara di Australia Open, melainkan lebih membidik prestasi di pentas  Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil nanti.


Kepala Bidang Humas dan Sosial Media PBSI, Yuni Kartika 

Maka dari itu, di Australia Open nanti pebulutangkis terbaik Merah Putih ini diminta agar tidak mendapatkan masalah seperti cedera.

“Ya, memang harus diakui bahwa target utama kita itu Olympic. Nantinya, di Australia Open ini anak-anak diusahakan tidak ada yang mengalami cedera,” katanya kepada INDOSPORT.


Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 

Meskipun tanpa target, Yuni menambahkan bahwa putra/putri terbaik bangsa ini akan tetap bermain dengan performa terbaiknya, hanya saja akan sedikit dikontrol agar terhindar dari cedera.

Diharapakan mereka mampu mempertahankan rankingnya saat ini agar di olimpiade nanti tidak mendapatkan kesulitan.

“Mereka akan tetap fight, namun tidak akan mati-matian karena yang kita tunggu-tunggu itu Olympic. Kita meminta agar mereka tidak keluar dari rankingnya yang sekarang ini untuk mendapatkan tempat yang enak di Olimpyic," tambahnya.