Wimbledon memang sudah menjadi ajang yang mempersatukan semua pecinta tennis dari berbagai kalangan. Pelajar, pekerja, politikus, selebriti, hingga anggota kerajaan pun berbagi euforia di situ.
Tak terkecuali David Cameron, perdana menteri Inggris saat ini. Sayangnya dengan kemenangan tuan rumah Andy Murray atas pemain Kanada Milos Raonic tidak hanya cerita manis yang bisa diingat Cameron tapi juga kejadian memalukan.
David Cameron disoraki tak enak oleh penonton ketika namanya disebut oleh Andy Murray saat berpidato. Momen canggung itu terjadi saat Sang Perdana Menteri duduk di tempat duduk khusus anggota kerajaan dengan ibunya, Mary, setelah pertandingan usai.
Dalam pidato kemenangannya Murray berterima kasih kepada legenda tenis serta sejumlah orang termasuk David Cameron.
"Atmosfer yang luar biasa, banyak legenda tennis dan saya senang dapat bermain di depan Anda semua, di depan Perdana Menteri juga," kata Murray.
Ketika kata perdana menteri disebut Murray penonton semua bersorak mencemooh namun kembali bertepuk ketika pemain yang baru saja menjadi ayah ini meneruskan pidatonya.
Kejadian ini mungkin berkaitan dengan keputusan Britania Raya untuk keluar dari Uni Eropa. Seperti dilansir Dailymail seorang reporter mewawancarai Andy Murray.
"Saat ini kondisi negara sedang tidak bagus. Kita butuh perdana menteri baru, manajer Top Gear baru, pelatih timnas sepakbola baru, dan Wales kalah di semifinal Euro. Jadi, bagaimana rasanya menjadi harapan terakhir bangsa?," tanya reporter kepada Murray.
Merespon pertanyaan tersebut, petenis 29 tahun ini tertawa sambil bercanda. "Rasanya lumayan."
"Saya bukanlah harapan terakhir bangsa. Masih banyak yang bisa menjadi harapan. Saya hanya berusaha membuat semua orang yang menonton senang. Semoga saja saya dapat meraih juara lagi," lanjut Murray.