Olimpiade 2016

(FOTO) Tidur di Bandara, Tontowi Ingin Atlet Indonesia Bayar Lunas Lelah Menpora

Selasa, 9 Agustus 2016 05:31 WIB
Editor: Randy Prasatya
© INDOSPORT
Imam Nahrawi tertidur di bandara Rio de Janeiro. Copyright: © INDOSPORT
Imam Nahrawi tertidur di bandara Rio de Janeiro.

Sejak hari Rabu (03/08), Menpora Imam Nahrawi sudah bertolak ke Brasil untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Selama berada di Rio, Menpora juga mengunjungi perkampungan atlet di Centro, Barra da Tujca, Rio de Janeiro. Namun, sebelum itu beliau terlebih dahulu mengunjungi atlet-atlet panahan yang sudah menjalani hari pertama lomba di gelanggang Sambadrome pada Jumat (05/08) pagi waktu setempat

Dua hari berikutnya, Minggu (07/08), Menpora menyaksikan kesuksesan atlet angkat berat dalam menyabet medali perak pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade Rio.


Menpora Imam Nahrawi memberikan pelukan hangat kepada Sri Wahyuni Agustini.

Kesuksesan lifter putri Sri Wahyuni Agustini itu pun disambut dengan rasa bangga oleh Menpora. Bahkan, ia dengan hangat memeluk atlet berusia 19 tahun tersebut yang telah berjuang untuk nama Indonesia.

Setelah menyaksikan kesuksesan Sri Wahyuni, Imam Nahrawi langsung bertolak ke perkampungan atlet. Di sana ia menyambut kedatangan rombongan atlet bulutangkis Indonesia yang baru selesai menjalani training camp di Sao Paulo sejak akhir Juli lalu.

Pada kesempatan tatap muka dengan kontingen bulutangkis, Menpora berharap semua atlet rileks dan berjuang mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa. Cak Imam juga berharap mereka bisa memperbaiki prestasi setelah gagal membawa pulang medali pada Olimpiade 2012 London.


Menpora Imam Nahrawi menyempatkan diri untuk selfi bersama kontingen bulutangkis Indonesia.

Dalam kunjungan ke perkampungan atlet, Menpora juga mengunjungi kontingen Indonesia lainnya yang sedang berjuang di Brasil. Imam bertemu atlet dari cabang renang, atletik, dan angkat besi. Sekaligus mengamati kondisi perkampungan atlet dan mempelajarinya demi persiapan Asian Games 2018.

Setelah kunjungan ke perkampungan atlet di Rio, Menpora pun meninggalakan Rio de Janeiro untuk bertolak ke Suriname dalam agenda kunjungan kenegaraan.

Selama menunggu pesawat di Bandara Internasional Rio de Janeiro yang hendak membawanya menuju Suriname, Cak Imam tak kuasa menahan letih hingga tertidur di kursi ruang tunggu bandara dengan merebahkan tubuhnya.

Momen tersebut menggambarkan bahwa Imam Nahrawi bukanlah ciri Menteri yang penuh gengsi. Ia justru mempunyai tipikal yang cuek demi memanfaatkan waktu istirahat semaksimal mungkin.

Mengetahui hal tersebut, atlet bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad, berharap semua rasa letih Menpora selama di Rio de Janeiro dapat ditukar dengan kesuksesan kontingen Indonesia.

“Semoga lelah beliau (Imam Nahrawi) dapat dibayar lunas oleh atlet Indonesia,” ujar Tontowi, saat dihubungi INDOSPORT.

Selain Tontowi, atlet renang Indonesia yang akan bertanding di Olimpiade 2016, Glenn Victor, juga memberikan tanggapannya terkait tertidurnya Cak Imam di ruang tunggu bandara.

Bagi perenang kelahiran 7 November 1989 itu, apa yang dilakukan Menpora masih dalam tahap yang wajar. Pasalnya, rasa letih Cak Imam itu lantaran usahanya untuk mengunjungi seluruh atletnya yang berada di Rio de Janeiro. 

1.3K