Olimpiade 2016

Ini Komentar Pelatih Bulutangkis Indonesia Terkait Lapangan di Brasil

Rabu, 10 Agustus 2016 00:31 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Sebelumnya, tim bulutangkis Indonesia telah melakukan uji coba lapangan tersebut, namun, pada uji coba kali memiliki tujuan lebih lanjut, yaitu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan, arah angin, cahaya lampu, dan masih banyak lagi.

 Ini adalah kali kedua tim bulutangkis latihan di lapangan pertandingan, sebelumnya, mereka juga melakukan uji lapangan pada hari Senin (8/8) kemarin waktu setempat.

Rencananya tim Indonesia akan berlatih selama tiga hari di stadion Riocentro, Besok, Rabu (10/8), dan akan mencoba lapangan untuk terakhir kalinya sebelum pertandingan dimulai pada Kamis (11/8) waktu setempat.

Rexy Mainaky selaku manajer tim pun belum lama ini mengomentari keadaan kondisi lapangan, baik dari segi arah angin maupun penerangan.

“Lapangan agak berangin, soal penerangan sepertinya oke, tidak ada masalah. Para atlet pun kondisinya fresh, mereka mulai menempati perkampungan atlet yang yang menurut saya cukup bagus,” ujar Rexy seperti yang tertera dalam rilis PBSI yang diterima INDOSPORT.

Senada dengan Rexy, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, juga menegaskan bahwa kondisi lapangan di stadion Riocentro cukup berangin. Oleh karenanya, anak didiknya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari diminta untuk menyesuaikan diri dengan kondisi ini.

 “Memang agak berangin lapangannya, lantai lapangan juga agak bergelombang, tetapi kata panitia akan ada perbaikan hari ini,” ujar Eng soal lapangan.

 “Anginnya sih tidak begitu kencang, arah anginnya hanya ke satu sisi saja. Memang agak tricky untuk pemain karena faktor kebiasaan. Jadi kami akan coba maksimalkan untuk adaptasi lapangan di sisa waktu latihan sebelum hari pertandingan nanti,” jelasnya.

Eng menambahkan, salah satu cara adaptasi yang paling jitu adalah jika pemain sudah merasakan seperti di tempat latihan mereka sehari-hari.

“Jadi pemain akan menyesuaikan kondisi angin itu secara otomatis, mereka sudah terbiasa bagaimana mengarahkan bola ke sisi yang berangin tersebut. Sama seperti kami mencoba lapangan di Istora, semakin sering coba lapangan, diharapkan akan semakin membuat atlet nyaman dengan kondisi lapangannya,” pungkas Eng.

Pertandingan akan dimulai pada Kamis, 11 Agustus 2016. Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan akan menjadi wakil Indonesia pertama yang akan bertanding pada pukul 19.00 WIB, melawan Manu Attri/Reddy B. Sumeeth dari India.