Greysia/Nitya yang menjadi unggulan di grup C memang memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan dari lawan mereka, Poon Lok Yan/Tse Ying Tsuet dari Hong Kong.
Terlebih Poon/Tse baru kembali bermain setelah absen karena cedera saat tampil di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2015 lalu. Namun Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, tetap menginstruksikan anak asuhnya mewaspadai lawan.
“Pasangan Hong Kong ini sudah lama tidak bertanding, kalau mereka bisa tampil normal, Greysia/Nitya harus waspada. Peluang menang memang besar, tetapi tidak boleh lengah, Greysia/Nitya harus fokus dengan kemampuan mereka,” jelas Eng dikutip situs resmi PBSI.
“Kalau bisa menang dengan cepat, itu lebih baik, karena Greysia/Nitya bisa simpan tenaga untuk partai selanjutnya. Pelajaran dari turnamen super series final, perjuangan Greysia/Nitya berat di penyisihan grup. Saat di semifinal bertemu lawan yang sama, kondisi Greysia/Nitya sudah menurun,” tuturnya.
Selain itu, Eng juga berharap anak-anak didiknya dapat mengatur emosi mereka dalam bertanding di kejuaraan sebesar Olimpiade.
“Namanya tanding di Olimpiade, harus bisa mengatur diri sendiri, jangan terlalu dijadikan beban. Hingga saat ini tidak ada ketegangan dalam diri anak-anak," tuturnya.
"Dari awal sudah saya terapkan bahwa jauh-jauh hari saat persiapan, mereka harus semangat mau ke Olimpiade. Makin ke sini, perasaan itu dikurangi, anggap ini turnamen biasa. Dalam dua bulan terakhir, persiapan mereka meningkat, lebih bagus dari persiapan ke turnamen biasa,” beber Eng.