Olimpiade Rio 2016

Kalah dari Pasangan Jepang, Hendra/Ahsan Disebut Terlalu Tegang

Sabtu, 13 Agustus 2016 10:58 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
 Copyright:

Hendra/Ahsan harus mengakui keunggulan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa 17-21, 21-16, 14-21 di babak penyisihan Olimpiade 2016. Hasil ini cukup mengejutkan banyak kalangan.

Pasalnya, Ahsan/Hendra merupakan unggulan kedua di sektor ganda putra Olimpiade Rio 2016. Kekalahan ini juga menjadi kekalahan perdana keduanya atas ganda Jepang tersebut sepanjang pertemuan mereka.


Hendra/Ahsan takluk dari Endo/Kayakawa pada babak penyisihan Olimpiade Rio 2016.

Kurang fokus dan bermain terlalu tegang disinyalir menjadi penyebab kekalahan Hendra/Ahsan dalam pertandingan tersebut. Hal ini dikatakan oleh Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia.

“Hendra/Ahsan memang tampil underperformed. Ada rasa nervous, walaupun sebagai pemain senior seharusnya nggak boleh nervous, tapi ini kan olimpiade, kejuaraan besar. Hendra/Ahsan kelihatan sering terburu-buru dan kurang tenang, mainnya tidak lepas dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” beber Herry Iman Pierngadi.

Kesalahan terbanyak adalah saat ganda andalan Indonesia ini akan melakukan servis. Padahal, kesalahan ini merupakan hal mendasar yang tidak boleh terjadi.

Tim pelatih mengaku telah berusaha memperbaiki hal ini selama persiapan mereka jelang Olimpiade Rio 2016. Namun demikian, kesalahan yang sama tetap terulang.


Hendra/Ahsan dituntut pelatih untuk bermain lebih fokus dan tenang pada laga berikutnya.

Sebetulnya kami sudah mengantisipasi hal ini, waktu di karantina. Bahkan ada latihan servis khusus untuk Hendra. Namun kalau lagi tanding, yang tahu perasaannya kan Hendra sendiri," ujar Herry.

Pada laga berikutnya Hendra/Ahsan akan menghadapi Chai Biao/Hong Wei asal China di laga pamungkas penyisihan grup. Jika ingin lolos ke babak selanjutnya, pelatih meminta keduanya untuk bermain tenang dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

194