Praveen Jordan berhasil mencuri perhatian akhir-akhir ini. Hal itu tak lepas dari sukses Praveen menjadi juara All England 2016 bersama Debby Susanto.
Kini, Praveen kembali menjadi andalan Indonesia di nomor ganda campuran bersama Debby di pentas Olimpiade Rio 2016.
Siapa sangka bakat Praveen di bidang olahraga ternyata sudah ada sejak ia kecil. Praveen kecil menyukai hampir semua jenis olahraga, mulai dari basket, renang, sepakbola dan tentunya, bulutangkis.
Tak hanya gemar berolahraga, Praveen juga kerap mengukir prestasi. Namun rupanya, sepakbola lah yang mencuri perhatian Praveen lebih dulu. Di Sekolah Dasar, Praveen bahkan terpilih menjadi tim kesebelasan untuk turun bertanding.

“Seneng banget dulu bisa kepilih di tim sepakbola SD. Tapi, pas besok paginya mau tanding, sepatu saya tiba-tiba hilang,” kenangnya.

“Bingung juga, saya cari-cari di rumah nggak ketemu. Akhirnya saya nggak bisa main. Sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nggak punya sepatu ya nggak bisa main,” cerita atlet yang akrab disapa Ucok tersebut.
Praveen kecil tak mengetahui, ternyata sepatu bolanya dulu disembunyikan sang papa. Papa Jordan rupanya kurang berkenan jika putra kesayangannya itu menekuni olahraga sepakbola.
“Baru taunya pas udah gede. Ternyata sepatu saya dulu disembunyikan ha ha ha,” kata Jordan.
“Papa saya memang nggak begitu setuju kalau saya main sepakbola. Kata papa kalau sepakbola itu istilahnya badan ketemu badan, jadi resiko cederanya lebih tinggi,” imbuhnya.
“Jadi nggak disetujui. Papa juga dulu kan main sepakbola dan kakinya hancur, jadi dia nggak mau saya seperti itu,” ujarnya.

“Ya walaupun sebenarnya setiap olahraga itu pasti ada resiko cederanya. Pas saya ambil bulutangkis, saya didukung banget sama papa,” cerita Praveen lagi.
Praveen akhirnya dilatih sang papa bermain bulutangkis. Lama-lama Praveen makin jatuh hati dan memilih tekuni olahraga tepok bulu tersebut.
Perjuangan Praveen kini mulai terbayar. Rasa bahagia terus meliputi perasaannya. Bagaimana tidak, setelah berhasil masuk Pelatnas di awal 2013, Praveen pun berhasil mencapai targetnya untuk main di Olimpiade.


“Excited dan speechless. Dari awal masuk Pelatnas dengan pelatih itu tujuannya ke Olimpiade. Senang banget karena bisa tercapai, walaupun baru lolos aja,” tandasnya.
“Karena kalau Olimpiade itu kan nggak sembarangan orang bisa daftar. Tapi ada kualifikasinya. Jadi saya ingin buktikan kalau saya bisa,” ungkap Praveen.
Di Olimpiade Rio 2016, kini Praveen /Debby sudah sampai di babak perempat final. Sayang keduanya harus terlibat “perang saudara” dengan rekannya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pertandingan babak perempat final tengah berlangsung pagi ini, Senin (15/08/16) di Riocentro Pavilion 4.