Olimpiade Rio 2016

6 Fakta Menarik Usai Tontowi/Liliyana Raih Emas di Olimpiade Rio 2016

Kamis, 18 Agustus 2016 02:04 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:

Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir tampil luar biasa dalam laga final bulutangkis Olimpiade Rio 2016. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu berhasil menaklukan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12.

Keberhasilan yang diraih Owi/Butet merupakan prestasi gemilang bagi Indonesia. Pasalnya, ini raihan emas perdana kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016.

Sebelumnya, kontingen Indonesia hanya dapat meraih dua perak dari cabang olahraga angkat besi. Dua perak itu diraih oleh lifter wanita Sri Wahyuni, dan lifter pria Eko Yuli Irawan.


Ekspresi kegembiraan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir usai meraih emas di Olimpiade Rio 2016.

Selain emas pertama untuk Indonesia, keberhasilan Owi/Butet menyimpan sejumlah fakta menarik yang patut untuk disimak para pecinta olahraga Tanah Air.

Untuk itu, INDOSPORT telah merangkum enam fakta menarik usai Tontowi/Liliyana meraih emas di ajang Olimpiade Rio 2016. Berikut ulasannya:

1. Selain pertama bagi Indonesia, emas yang diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan emas perdana bagi keduanya semenjak berkiprah di ajang Olimpiade. Sebelumnya, Liliyana Natsir hanya meraih medali perak saat berpasangan dengan Nova Widianto di Olimpiade Beijing 2008.

2. Emas kali ini merupakan emas pertama yang lahir dari cabang olahraga bulutangkis kategori ganda campuran, sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang Olimpiade.

Sebelumnya, emas dari cabang bulutangkis ajang Olimpiade untuk Indonesia lahir dari Alan Budikusuma (tunggal putra) dan Susi Susanti (tunggal putri) di Olimpiade Barcelona 1992, Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra) di Olimpiade Atlanta 1996, Tony Gunawan/Chandra Wijaya (ganda putra) di Olimpiade Sydney 2000, Taufik Hidayat (tunggal putera) di Olimpiade Athena 2004, dan Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra) di Olimpiade Beijing 2008.

3. Tontowi/Liliyana meraih emas bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-71.

4. Liliyana Natsir selalu meraih medali di Olimpiade bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI. Sebelumnya, atlet yang akrab disapa Butet itu meraih medali perak di Olimpiade Beijing 2008 saat berpasangan dengan Nova Widianto, 17 Agustus delapan tahun yang lalu.

5. Kemenangan Tontowi/Liliyana atas Chan/Goh di final bulutangkis ganda campuran Olimpiade Rio 2016, merupakan kemenangan kesembilan dari 10 pertemuan yang diraih keduanya atas ganda Malaysia tersebut.

6. Kemenangan Tontowi/Liliyana atas Chan/Goh merupakan kemenangan keduanya di Olimpiade Rio 2016. Sebelumnya, Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan Chan/Goh di babak penyisihan Grup C.

1.5K