Sayang saat itu, mereka tak berhasil membawa pulang medali dari Olimpiade London 2012.
Tontowi/Liliyana terhenti di semifinal dan kalah pada perebutan medali perunggu dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark.
Kekalahan tersebut memupuskan harapan Indonesia untuk meneruskan tradisi emas bulutangkis di Olimpiade.
“Saya lega, bangga, senang. Karena Indonesia biasanya tradisi emas, tapi kemarin di Olimpiade London 2012 kami berhutang bawa medali. Sekarang langsung kami bayar hutangnya. Senang sekali,” kata Liliyana.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Tontowi seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.
Tontowi/Liliyana merebut medali emas setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14 dan 21-12.
Kemenangan Tontowi/Liliyana sekaligus menjadi kado termanis ulang tahun Republik Indonesia yang ke-71.