Beberapa menit jelang meraih medali emas tersebut, situasi Owi/Butet, sapaan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memang terlihat sangat tegang bercampur senang.
Ketegangan akhirnya terjadi pada set kedua saat kedudukan match point 20-12 untuk Owi/Butet atas wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.
Saat meraih poin ke-20, Owi tak bisa membendung rasa senangnya hingga kelepasan melakukan selebrasi dengan berjingkrak-jingkrak. Hal itulah yang akhirnya membuat pasangannya, Butet terlihat tak senang dan sedikit marah.

Entah apa yang diucapkan Butet, yang jelas pebulutangkis wanita kebanggaan Indonesia itu seperti ingin memberitahu kepada Owi bahwa mereka belum sepenuhnya menang. Butet seakan meminta Owi untuk tetap tenang dan fokus hingga laga selesai.
Tahu pasangannya tersebut kesal, Owi lantas menenangkan Butet. Owi langsung tenang dan kembali menjalani laga yang tinggal menyisakan 1 poin lagi untuk memastikan medali emas.
Kemarahan Butet akhirnya berbuah manis. Owi/Butet sukses merengkuh medali emas setelah menyudahi laga set kedua dengan kemenangan 21-14, 21-12.
Medali emas yang diraih Owi/Butet tersebut menjadi kado terindah di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71 pada hari Rabu, (17/08/16) kemarin.
Owi/Butet sekaligus sukses menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio 2016 serta medali pertama Indonesia di nomor ganda campuran di perhelatan Olimpiade.
