Denmark Open 2016

Prestasi Jeblok di Denmark, Menpora Dorong PBSI Evaluasi

Senin, 24 Oktober 2016 16:13 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
© Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi saat melakukan rapat bersama Ketua Umum PB PON XIX Jawa Barat 2016. Copyright: © Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi saat melakukan rapat bersama Ketua Umum PB PON XIX Jawa Barat 2016.

Denmark Open 2016 menjadi turnamen kelas superseries pertama yang diikuti para pemain andalan Indonesia setelah Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

Hanya saja, hasil yang diraih justru berkebalikan. Di ajang Denmark Open, tak satupun wakil Indonesia yang berhasil menjejakkan langkah ke babak final.

"Saat olimpiade kita gembira karena ada proses maju. Tapi saat Denmark Open ada perubahan," kata Imam Nahrawi.


Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

Di ajang Denmark Open, langkah terjauh diraih Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang mencapai babak semifinal.

Para pemain pelapis seperti Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi, Anggia Shitta/Ni Ketut Mahadewi hingga Praveen Jordan/Debby Susanto juga tak mampu bicara banyak. Imam pun menginstruksikan agar PBSI sebagai induk bulutangkis Indonesia melakukan introspeksi dan melakukan perbaikan.


PBSI didorong untuk melakukan evaluasi atas prestasi mengecewakan di Denmark Open.

"Kami mendorong untuk melakukan evaluasi ke dalam. Menyiapkan pemain lapis kedua dan ketiga harus diperhatikan dengan baik," kata Imam lagi.

Persiapan bibit-bibit muda bulutangkis memang dinilai penting, mengingat bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga andalan Indonesia untuk unjuk prestasi di kancah internasional.

10