Bermain bulutangkis memang menjadi olahraga rutin Menpora Imam Nahrawi. Di tengah kesibukannya, Menpora sering menyempatkan bermain bulutangkis melawan karyawan atau pun staf yang ada di lingkungan Kemenpora.
Namun, pada Rabu (09/11/16) malam lalu terdapat hal yang berbeda. Pasalnya, pria kelahiran 8 Juli 1973 ini mendapat partner bertanding tiga juara Olimpiade bulutangkis, yakni Taufik Hidayat peraih emas Olimpiade Athena 2004 dan pasangan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Owi/Butet) peraih emas Olimpiade Rio 2016,

Menpora berpasangan dengan Owi melawan Taufik yang berpasangan dengan Butet.
Pada pertandingan itu Menpora berpasangan dengan Tontowi Ahmad,sedangkan Taufik Hidayat berpasangan dengan Liliyana Natsir.
Set pertama poin berlangsung ketat, Menpora/Tontowi Ahmad kalah di set pertama dengan skor 14-21. Di set kedua pertandingan berlangsung lebih seru, bahkan hingga sempat mencapai skor 21-21. Namun, pada akhirnya pasangan Menpora/Owi sukses mencuri set kedua dengan skor akhir 23-21.
Di set penentuan, kedua pasangan kembali menampilkan permainan sengit. Sayangnya, di set terakhir, Menpora/Owi harus mengakui keunggulan Taufik/Butet yang menutup pertandingan dengan skor akhir 21-17.

Aksi Menpora yang berusaha mengembalikan kok hasil pukulan Butet.
Dalam pertandingan itu Menpora terlihat begitu menikmati permainan, namun tetap serius mengincar kemenangan. Pria yang akrab disapa Cak Imam itu bahkan sempat mengganti baju yang ia gunakan.
Namun karena faktor usia tidak bisa dibohongi, setelah melakukan smash Menpora langsung minta waktu untuk istirahat.
"Ternyata habis smash capek juga ya," kata Menpora sembari tersenyum berdasarkan rilis yang diterima INDOSPORT.
Usai bertanding, Cak Imam pun ngobrol santai bersama para pahlawan bulutangkis tersebut. Keempatnya pun menyempatkan berfoto bersama menggunakan handphone milik Owi.

Owi, Butet, Menpora, dan Taufik Hidayat berfoto bersama.
Usai bertanding Owi mengatakan senang bermain bersama Menpora dan memuji kemampuan hebat yang dimilikinya.
"Saya baru kali ini bermain bersama, ternyata pukulan pak menteri lumayan juga. Kalau rutin latihan bisa tambah tajam pukulan. Tapi ini permainan yang menarik bagi saya bisa bermain bersama Menpora," ujar pebulutangkis kelahiran 18 Juli 1987 tersebut.