Asisten pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, mengungkapkan rahasia di balik perkasanya pasangan Kevin/Marcus di ajang China Open 2016. Selepas menjuarai China Open, Marcus/Kevin segera akan kembali berlaga di ajang Hongkong Open 2016, Selasa (21/11/16).
“Kalau stamina memang sudah dipersiapkan sebelum pertandingan ini dan mereka juga tetap main sampai hari minggu jadi tetap terjaga,” ujar Aryono kepada INDOSPORT.
Meksi begitu, beberapa kekurangan harus diperbaiki oleh Kevin/Marcus yang telah dipersiapkan PBSI untuk menjadi penerus ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Usia muda dan pengalaman tampaknya masih membuat emosi Kevin/Marcus masih sering meletup.
“Mereka harus tetap mau berlatih keras, belajar terus dan tidak boleh cepat puas diri karena masih ada kekurangan yang msh harus diperbaiki. Defense masih harus diperbaiki, bola-bola drive datarnya juga harus diperbaiki selain penguasaan diri atau kontrol emosi,” beber Aryono.

Kevin/Marcus keluar sebagai juara di ajang China Open 2016
Di sisi lain, pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga kembali merengkuh gelar juara usai sukses merebut medali emas di ajang Olimpiade Rio 2016. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu melakukan comeback mereka di ajang Denmark Open lalu, namun langkah keduanya dihentikan pasangan China di babak awal.

Owi/Butet rengkuh gelar pertama usai medali Olimpiade Rio 2016
Di ajang China Open 2016, mereka kembali dan mampu keluar sebagai juara, meski harus diakui keduanya memiliki perisapan yang cukup minim.
"Persiapan kami sebenarnya tidak begitu maksimal. Tapi kami datang kesini dengan keinginan untuk menampilkan permainan terbaik kami," ujar Tontowi.

Wiranto terpilih jadi ketua PSSI periode 2016-2021
Sukses besar Indonesia di ajang China Open 2016 menjadi awal manis bagi Wiranto yang baru menjabat sebagai ketua umum PBSI menggantikan Gita Wirjawan. Dalam salah satu kesempatan, legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti telah menyimpan kepercayaan untuk pria yang juga menjabat sebagai Menkopolhukam tersebut.
Untuk pola pengembangan atlet, Susy menyebut jika Gita Wirjawan sukses di periode kepemimpinannya untuk PBSI. Susy pun berharap agar Wiranto mampu melanjutkannya di masa depan, dan China Open 2016 menjadi awal yang cukup baik.
“Pak Gita juga kita kasih apresiasi luar biasa karena beliau menghormati Pak Wiranto dan dia tahu Pak Wiranto punya kemampuan untuk memimpin, bukan menggantikan, tapi melanjutkan,” ujar Susy kepada INDOSPORT.